--> Meraih Sukses dari Alam: Budidaya Jati | Deskripsi Singkat Blog di Sini

Tuhan Menciptakan Alam dan Seisinya untuk kita olah dengan sebaik mungkin

Showing posts with label Budidaya Jati. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Jati. Show all posts

Friday, May 25, 2012

no image

Contoh Proposal Penanaman Jati Emas Plus

Program
Penanaman Jati Emas Plus
Fast Growing Golden Teak
(Tectona grandis L.)
Skala 1000 Ha,
Jumlah tanaman 2.000.000 pohon




MAKSUD DAN TUJUAN

Jati Emas Plus sangat menarik untuk dijadikan pilihan investasi yang menguntungkan. Jati Emas Plus sangat cocok dengan iklim wilayah Indonesia dan mempunyai nilai ekonomi tinggi.  Dengan bibit yang terseleksi baik,  Jati Emas Plus dapat tumbuh lebih dari tiga kali lebih cepat dari jati biasa.  Karenanya, penanaman Jati Emas Plus dapat diandalkan menjadi cara memperoleh pendapatan daerah yang tinggi, kesejahteraan masyaarakat sekaligus upaya melestarikan lingkungan.

Dalam perencanaan ini kami memakai paradigma demand side approach dan  paradigma sistem agribisnis serta paradigma pengelolaan hutan yang berkelanjutan.  Paradigma pertama menunjukkan bahwa kami hanya berminat untuk mengembangkan komoditas kehutanan yang memiliki prospek pasar yang jelas.  Paradigma  kedua adalah  pemahaman yang menyeluruh terhadap agribisnis mulai dari penyediaan sarana produksi, kegiatan budidaya, pengolahan hasil, pemasaran serta subsistem penunjangnya.  Paradigma ketiga berupaya menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan peningkatan mutu lingkungan serta kesejahteraan masyarakat secara luas.   

no image

Pemeliharaan dan Kualitas

Tanaman jati emas tidak banyak beda dengan tanaman jati lokal dalam hal penanaman dan pemeliharaanya.
Hama jati yang banyak ditemukan antara lain adalah bubuk jati (Xyleborus destruens Bldf) yang menyerang batang hingga berlubang-lubang, ulat daun jati (Hiblaea puena Cr, Pyrausta machoeralis Wlk) yang mampu memakan daun hingga gundul, rayap atau inger-inger (Neotermes tectonac Damm) dan oleng-oleng (Duomitus ceramicus Wlk) yang menyerang batang melalui akar.
Penyakit yang lazim terdapat pada jati antara lain disebabkan oleh bakteri (Pseudomonas solanacearum Smith), jamur upas (Corticium salmonicolor Berk and Br) dan benalu (Loranthus spp).
Penyemprotan insektisida (Lanatte) secara berkala tiap 2 minggu adalah sangat diperlukan untuk mengendalikan serangan ulat dan belalang. Penyemprotan insektisida dengan dosis yang tepat akan mencegah dan mematikan hama serangga yang menyerang dan merusak jati tanaman muda (sampai umur 6 bulan). Pengendalian hama tanaman jati yang sudah besar dengan cara mengasapi tanaman menggunakan belerang yang dibakar adalah lebih efektif. Selain itu pencegahan hama dapat dilakukan dengan tindakan silvikultur seperti penjarangan dan pembersihan tumbuhan bawah yang menjadi sarang hama. Pemberantasan penyakit dapat dilakukan dengan jalan segera menebang dan membakar pohon yang terserang. Pengendalian ini ditujukan agar pertumbuhan tanaman jati tidak terganggu.
Sifat Kayu Jati

Sifat Kayu Jati

Kayu jati merupakan kayu kelas satu karena kekuatan, keawetan dan keindahannya. Secara teknis, kayu jati memiliki kelas kekuatan I dan kelas keawetan I. Kayu ini sangat tahan terhadap serangan rayap.
Kayu teras jati berwarna coklat muda, coklat kelabu hingga coklat merah tua. Kayu gubal, di bagian luar, berwarna putih dan kelabu kekuningan.
Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan, sehingga disukai untuk membuat furniture dan ukir-ukiran. Kayu yang diampelas halus memiliki permukaan yang licin dan seperti berminyak. Pola-pola lingkaran tahun pada kayu teras nampak jelas, sehingga menghasilkan gambaran yang indah.
Dengan kehalusan tekstur dan keindahan warna kayunya, jati digolongkan sebagai kayu mewah. Oleh karena itu, jati banyak diolah menjadi mebel taman, mebel interior, kerajinan, panel, dan anak tangga yang berkelas.
no image

Lingkungan dan Cuaca Berkebun Jati Emas


Pada dasarnya pohon jati emas (FGGT) membutuhkan persyaratan dan kondisi-kondisi berikut :
  • Sedikitnya terkena sinar matahari : 100 hari dalam setahun.
  • Sedikitnya terkena curah hujan : 100 hari dalam setahun.
  • Total curah hujan antara 1250 mm hingga 2000 mm dalam setahun.
  • Total curah hujan antara 1250 mm hingga 2000 mm dalam setahun.
  • Derajat keasaman (pH) antara 4,5 hingga 8.
  • Jenis tanah ideal adalah lempung berpasir dengan aerasi (pengudaraan) yang baik dan lapisan tanah paling atas (top soil) sangat subur.
  • Bidang lahan seminimal mungkin tidak bergelombang dan gradiennya tidak lebih dari 20ยบ.
  • Tanah di lahan jati emas tidak boleh terendam air.

Pada umumnya persyaratan dan kondisi di atas dapat dipenuhi di wilayah geografis Indonesia, sehingga peluang penanaman jati emas sangat baik